Jumat, 09 Maret 2018

Yang tak terungkapkan

Kiranya setelah tiga hari keputusanku . Akan ada hal yang lebih indah dari hal ini? Tapi? Ternyata ...
Tak ada yang merubahnya, tak ada mentari ataupun kelik senyum di bibirnya. Tak ada tanggapan yang memberikan syarat untuk memaafkannya. Kejadian itu seakan-akan menengelamkan semua isyarat yang tak terbaca. Hanya diam tindakan yang bisa dilakukan. Selebihnya akan aku rapihkan dalam memori kejadian.
Aku, aku tak mengerti apa itu keputusan yang terbaik atau tidak? Tapi kenapa jika itu yang terbaik,  malah terbebani oleh beberapa Pertanyaan yang mengenggeluti otak ini.
Semua tak bisa ku transletkan dalam keseharian yang aku lakukan. Tak ada yang di raba. Hanya bisa di rasa. Semua nya masih sama, Tak ada yang berbeda, hanya aku dan diriku yang berbeda. Tujuan, cita-cita bahkan keinginan impian itu ada bersamanya. Tapi sudah selesai...
Aku yang menyelesaikan drama kehidupan, hanya cuman trauma di masalaluku  kelam. Jika mereka mengatakan aku jahat. " Iya aku jahat "
Tapi inilah ..
Inilah aku yang sekarang, dibalut keraguan. Aku butuh kamu sekarang. Butuh .. butuh bukan sebagai tukang ojek, bodigart apalah itu. Aku butuh sebagai penguat untuk segala hal. Hingga semua itu terbuktikan bukan hayalan belaka.
ahhhhhh... Nostalgia saja. Sudah, itu sudah selesai.
Cuman harapan belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tradisi Nadranan

 karya: Bakti prawiryo (IXB) Tradisi Nadranan nadranan merupakan tradisi hasil alkulturasi antara budaya islam dan budaya hindu uang di wari...