MAKNA JATUH CINTA DI KALANGAN MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF CINTA PLATO
THE MEANING OF FALLING IN LOVE AMONG COLLEGE STUDENTS IN THE PERSPECTIVE OF PLATO’S LOVE
Maelani Gustiani Lestari1
Maelanilestari22@gamil.com
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
ABSTRAK: jatuh cinta itu merupakan fenomena yang bakal dimiliki setiap orang. Bahkan cinta merupakan hak dari setiap orang, sehingga setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang lain. Tapi menurut kebanyakan orang cinta itu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Adapun untuk mengetahui makna dan hakikatnya maka hal itu diluar kemampuan manusia. Karena cinta hanya dapat dirasakan tetapi tidak bisa didefinisikan. Pada umumnya cinta itu sifatnya universal, Kategori cinta umum biasaya terjadi dikalangan remaja seperti mahasiswa. Cinta umum selalu memberikan kebahagian, penyemangat yang selalu berimplikasi tentang impian. Namun ketika mahasiswa sedang jatuh cinta ada 4 tipe yang sering dialami sesuai analisis plato. Hal ini dilihat dari bentuk cinta itu sendiri yaitu Eros (Cinta Romantis), Ludos (Cinta Main-main), Philia (Cinta Persahabatan), Pragma (Cinta Realistis)
Kata Kunci: Jatuh Cinta1, Mahaiswa2, Cinta Plato3.
ABSTRACT: falling in love is a phenomenon that will be owned by everyone. Even love is the right of everyone, so everyone has the right to love and be loved by others. But according to most people love is difficult to express in words. As for knowing its meaning and essence, it is beyond human ability. Because love can only be felt but not defined. In general, love is universal, the general category of love usually occurs among teenagers such as students. General love always gives happiness, encouragement which always has implications for dreams. However, when students are in love, there are 4 types that are often experienced according to Plato's analysis. This can be seen from the form of love itself, namely Eros (Romantic Love), Ludos (Playful Love), Philia (Friendship Love), Pragma (Realistic Love).
Keywords: Falling in Love1, Student2, Plato's Love3.
PENDAHULUAN
Fenomena jatuh cinta menjadi suatu topik yang sering terjadi di setiap kalangan, baik anak muda maupun orang tua. Hal ini terbukti dari banyaknya Film atau sinetron dilayar kaca televisi, lagu, puisi, novel, bahkan berita media yang selalu membicarakan tentang cinta. Bahkan sekarang jatuh cinta menjadi topik yang populer dalam riset jurnal ilmiah khususnya di kalangan mahasiswa.
Berbicara soal jatuh cinta itu merupakan fenomena yang bakal dimiliki setiap orang. Bahkan cinta merupakan hak dari setiap orang, sehingga setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang lain. Siapapun bukan hanya orang dewasa yang bisa mersakan atau memiliki perasaan cinta, tapi cinta juga bisa datang kepada siapaun misal anak-anak, sahabat, keluarga dan orang tua. Meskipun kata-kata cinta tak asing untuk didengar namun sebenarnya masih banyak yang belum memahai apa definisi cinta itu sendiri.
Menurut para ahli tasawuf, cinta itu meliputi ilham, pancaran dan luapan hati. Cinta itu sebenarnya tidak dapat diberi batasan dan tidak dapat didefinisikan bahkan tidak dapat dijelaskan hakekat dan rahasianya. Menurut mereka cinta hanya dapat didefinisikan hanya dengan sebuah kata-kata saja dan itu tidak lebih. Tapi menurut kebanyakan orang cinta itu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Adapun untuk mengetahui makna dan hakikatnya maka hal itu diluar kemampuan manusia. Karena cinta hanya dapat dirasakan tetapi tidak bisa didefinisikan.
Pada umumnya cinta itu sifatnya universal. Oleh karena itu ada beberapa macam bentuknya. Hal ini dilihat dari kondisi siapa yang menyangi dan apa yang disayangin. Cinta juga dapat dikategorikan kedalam cinta umum dan cinta khusus. Kategori cinta umum biasaya terjadi dikalangan remaja seperti mahasiswa. Cinta umum selalu memberikan kebahagian, penyemangat yang selalu berimplikasi tentang impian. Mungkin cinta dikalangan mahasiswa ini ibaratkan seperti dunia milik kita berdua. Sekedar jalan-jalan mengelilingi kota saja sudah bahagia asal bersamanya. Bukan hanya itu saja jatuh cinta nya mahasiswa sering terjadi karena ada ketertarikan satu sama yang lain baik mahasiswi A dengan mahasiswa B ataupun sebaliknya. Kemudian cinta khusus, cinta ini sering terjadi ketika seorang manusia sedang merasakan beratnya kehidupan. Cinta ini lahir dari nilai kemurnian bahwa adanya alam semesta ini bukan semata-semata diciptakan. Namun ada sesuatu dari apa yang diciptakan ini yang memberikan manfaat kepada sesamanya. Seorang manusia yakin bahwa yang menciptakan semuahnya ini adalah yang selalu ada untuk dirinya. Cintanya yang besar akan selalu menjadi wadah untuk nya meminta dari apa yang sudah disediakan di dunia. Cinta inilah cinta murni seorang manusia kepada penciptanya.
Sebenarnya kata cinta dikalangan mahasiswa itu sudah ada jauh ratusan abad sebelum generasi milenial ini ada. Sekarang definisi orang jatuh cinta apalagi dikalangan mahasiswa itu dikenal dengan istilah bucin (budak cinta). Kata cinta ini sudah lama dituliskan oleh seorang filusuf Yunani bernama Plato dengan judul bukunya Symposium.Di dalam buku tersebut banyak sekali bahasan mengenai hakikat cinta itu sendiri.
Sekilas Plato merupakan salah satu filusuf pada masa keemasan filsafat Yunani Kuno yang terlahir di Atena dan meninggal di Atena pula sekitar usia 80 tahun. Ia menjadi salah satu murid Sokrates yang selalu setia sampai pada akhir hidupnya Sokrates. Makna cinta yang sering Plato ungkapan bahwa orang yang sedang jatuh cinta termasuk orang gila. Karena kegilaan inilah yang sering dilakukan oleh seseorang untuk melakukan apa saja untuk sang pujaan hatinya. Sampai ada saja sebagian orang yang memilih bunuh diri karena sebab ditinggalkan oleh seseorang yang dicintainya. Maka dari itu orang jatuh cinta bisa membuat seseorang menjadi lebih baik dalam hidupnya ataupun sebaliknya, cinta membuat seseorang menjadi lebih buruk dan berdampak negatif bagi dirinya maupun bagi orang yang dicintainya.
Sehingga perlu kita pahamin bahwa orang yang sedang jatuh cinta itu asmara cintanya sedang membakar hatinya. Apalagi untuk para mahasiswa yang sering kali berlebihan dalam menanggapi pemaknaan cinta ini. Hingga kadang sisi positifnya seorang mahasiswa ataupun mahasiswi lebih rajin berangkat kekampus. Namun ada pula sisi negatifnya baik seorang mahasiswa ataupun mahasiswi lebih fokus pacaran ketimbang pemblajaran.
METODE PENELITIAN
Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan metode penelitian riset lapangan (field research). Penelitian riset lapangan yaitu penelituan yang dilakukan langsung di tempat atau di medan terjadinya gejala-gejala yang dibahas. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan fenomenologi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Biografi Plato sang Filusuf
Plato adalah salah satu filsuf paling terkenal,ia merupakan murid dari Socrates,dan salah satu murid adalah Aristoteles. Lahir di Athena pada tahun 427 SM. Plato berasal dari salah satu keluarga Aristokrat Athena, ayahnya Ariston disebut – sebut sebagai keturunan dari Raja Codrus yang sangat melegenda.
Sementara keluarga dari ibunya Perictione juga termasuk keluarga yang sangat menonjol dalam sejarah. Setelah kematian ayahnya,ibunya menikah lagi dengan Pyrilampes,seorang duta besar Athena untuk Kerajaan Persia.
Singkatnya setelah melakukan perjalanan dari Syracause,ia kembali ke Athena. Disana ia mendirikan sekolah yang diberi nama The Academy, Plato mulai berkumpul bersama – sama muridnya dan meneliti berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti matematika,filsafat dan lain sebagainya. Dan ia mengakhiri kehidupan diakademinya dan diundang oleh Dionysus II untuk melakukan perjalanan kembali ke Syracause atas permintaan Dion,sahabat baiknya tersebut. Menurut Diogenes, Plato tak lama kembali lagi ke akademi,Meninggal pada 347 SM dan dimakamkan di sekolah yang ia dirikan tersebut.
Jatuh Cintanya di Kalangan Mahasiswa
Kehidupan kampus tidak lengkap tanpa diselingi dengan asmara. Meski sudah lebih dewasa ketimbang anak SMA, para mahasiswa ataupun mahasiswi bisa mengalami perasaan berbunga-bunga hingga galau saat dihadapkan dengan masalah percintaan. Karena pada umumnya perasaan jatuh cinta memang tak mengenal batas usia. Begitu pula dengan para mahasiswa yang kerap menjadi dambaan para wanita. berikut ini beberapa tipe mahasiswa yang membuat para mahasiswi jatuh cinta:
1. Atlet kampus Hampir setiap atlet kampus, khususnya basket dan futsal selalu punya banyak 'fans' dari kalangan mahasiswi. Para atlet tersebut dianggap keren dan berprestasi. Enggak heran, saat ada turnamen besar, banyak kalangan mahasiswi yang ikut menonton dan mendukung, meski sebenarnya tak begitu paham olahraga. Namun hanya saja sedang mengincar salah satu pria di sanah.
2. Si pintar Pintar enggak harus cupu. Saat ini banyak kok mahasiswa pintar yang berparas tampan. Cowok pintar punya daya tarik sendiri bagi para mahasiswi. Apalagi jika kepintaran dan ketampanannya tersebut disertai dengan sikap yang ramah dan pandai bergaul.
3. Dosen muda Dosen muda atau asdos yang keren dan ganteng akan membuat para mahasiswi semangat dalam mengikuti kuliah. Bahkan, enggak jarang mahasiswi yang punya pacar asdos atau dosen muda di kampusnya.
4. Anak band Musisi kampus yang manggung dari acara satu ke acara lainnya juga kerap menjadi idola para mahasiswi. Pasalnya, sebagian besar cewek suka dinyanyikan lagu-lagu romantis, apalagi dengan diiringi alat musik, seperti gitar atau piano.
5. Eksis organisasi Ketua BEM, himpunan mahasiswa, dan organisasi kampus lainnya biasanya juga punya banyak 'fans' dari kalangan mahasiswi. Biasanya, mereka disukai oleh junior karena dinilai berkharisma dan punya jiwa kepemimpinan.
6. Bad boy Meski terkesan urakan dan bandel, enggak sedikit mahasiswi yang jatuh cinta dengan bad boy. Tipe cowok ini dianggap keren dan pemberani. Bahkan beberapa cewek merasa aman dan terlindungi jika punya pacar bad boy.
7. Si kaya Cowok yang membawa mobil ke kampus atau mengendarai motor mahal, ditambah punya wajah yang good looking sering membuat para mahasiswi kepincut. Bukan berarti matrealistis, tetapi karena cowok tersebut dinilai keren oleh para mahasiswi.
Adupun cara seorang mahasiswa mengungkapkan perasaannya kepada orang tua atau terhadap pasangannya, sebagaimana berikut:
Menyampaikan rasa cinta kepada orang tua
1). Membantu pekerjaan rumah, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa yang masih tinggal bersama orang tua. Membantu pekerjaan rumah itu sebagai bentuk salah satu bukti kasih sayang yang paling sederhana, karena meringankan pekerjaan orang tua.
2). Hormati sudut pandangan orang tua, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa harus menghormati pendapat orang tua.
3). Jangan meninggikan nada bicara anda, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa harus tetap bersikap sopan santun terhadap orang tua. Karena orang tua yang menyekolahkan kalian sampai setinggi ini.
4). Menjadi pendengar yang baik, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa seharusnya bisa menjadi pendengar yang baik untuk orang tua. Karena keluh kesah orang tua juga perlu kita dengarkan.
5). Merawat orang tua ketika sakit, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa merawat orang tua ketika sakit merupakan salah satu bentuk budi dan salah satu bentuk kasih sayang kalian kepada orang tua.
b. Menyampaikan rasa cinta kepada pasangannya
1). Mengatakannya, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa yang mencintai mahasiswi dengan cara mengungkapkan perasaannya.
2). Mendedikasikan waktu untuknya, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa memperioritaskan pasanganmu lebih utama.dengan meluangkan waktu lebih banyak bersamanya walau sekedar mengobrol dengannya.
3). Mengajaknya berkencan, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa yang mencintai pasanga. Mengajak berkencan merupakan salah satu bentuk tanda cinta terhadapnya. Karena moment seperti ini merupakan hal yang romantis di hadapan wanita.
4). Memberlikan hadiah, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa yang ingin membahagiakan pasangannya. Dengan membelikan hadiah kecil atau hadiah yang diinginkannya seperti alat scencarenya mungkin, ini merupakan bentuk cinta yang sederhana.
5). Mendukung pasangan, cara ini berlaku jika kalian sebagai mahasiswa yang ini pasangannya terus menjadi pribadi yang lebih baik. Baik dalam intekrualnya maupun bakatnya. Dukungan merupakan salah satu bentuk cinta yang sangat dibutuhkan pasangan kita. Karena cara ini merupakan salah satu penguat hubungan percintaan.
Pandangan Cinta Mahasiswa Menurut Plato
Setelah disimpulkan tentang apa itu cinta?, lalu bagaimana mahasiswi jatuh cinta? Dan tipe seperti apa? Yang sering di alami kalangan mahasiswa untuk jatuh cinta. Jauh sebelumnya bahwa pada masa Yunani dahulu telah menyimpulkan bentuk-bentuk cinta itu sendiri, dan salah satu tokoh yang mengakaji dan memperdalam pemahaman cinta yaitu Plato Sang Filusuf Cinta. Berikut analisis tentang cinta yang di kaji Plato:
1.) Eros
Eros merupakan jenis cinta yang berdasarkan hawa nafsu, yang berarti melibatkan seksual atau gairah. Eros sering dikatakan sebagai cinta romantis. Pada jenis cinta ini ada ketertarikan secara fisik dan rasa ingin saling memiliki. Cinta ini ditujukan kepada sepasang kekasih yang tujuan akhirnya adalah kepuasan diri orang yang mencintai. Cinta yang seperti ini kerap sekali terjadi dikalangan mahasiswa, kadang cinta seperti ini dimanakan dengan cinta buta. Segala sesuatu harus tentang dia, namun ada sisi negatf dari cinta eros ini yaitu berkurangnya teman. Karena berlebihan dalam mencintai membuat orang diseketar tidak nyaman. Hal ini yang dimanakan dengan siklus cinta Toxic.
2.) Ludos
Jenis cinta ini adalah cinta yang hanya bersifat main – main dan tidak mengandung unsur komitmen. Jenis cinta ini biasanya dirasakan oleh orang yang berkepribadian tidak dewasa dan kekanak -kanakan, mudah mengumbar kata cinta dan juga kata – kata rayuan gombal kepada orang yang dicintainya. Cinta yang seperti ini kerap sekali terjadi dikalangan mahasiswa, kadang cinta yang seperti ini membuat sebagian orang trauma untuk jatuh cinta. Atau sering dengan dari pepatah “lebih baik dicintai dari pada mencintai.” Banyak sisi negatif bentuk cinta yang seperti ini salah satunya traumatik yang berlebihan dalam mencintai.
3.) Philia
Philia adalah jenis cinta yang dimiliki oleh dua orang yang bersahabat, sering juga dikenal dengan sebutan cinta platonis. Cinta ini hanya berdasarkan rasa persahabatan belaka, dengan demikian cinta ini bukanlah merupakan cinta yang dilandasi oleh hawa nafsu karena didasarkan pada persahabatan, kepercayaan dan ketergantungan. Cinta yang seperti ini bisa dikatakan dengan bahasa moderennya “Frendzone” (teman dekat), namun sebenarnya bukan sekedar teman tapi ada rasa yang menyelinat dihati yaitu rasa saling jatuh cinta dan rasa yang tidak ingin saling menyakiti. Perasan cinta seperti ini perasaan yang paling membingungkan dan membuat segelintir orang apalagi mahasiswa sering galau.
4.) Pragma
Pada umumnya jenis cinta ini datang dari dua orang dewasa yang keduanya telah berpikiran matang sehingga tujuan akhir dari cinta ini adalah menikah. Pragma adalah tipe cinta yang berkembang seiring dengan waktu, baik itu dilihat dari sisi fungsionalitas maupun emosional. Cinta yang praktis dan berhubungan dengan kepentingan jangka panjang, bisa dilihat contohnya dari masalah perjodohan dan lainnya. Orang yang merasakan cinta ini pada umumnya berpikiran praktis dan berorientasi pada tujuan pernikahan dan tidak membayangkan cinta yang romantis. Tipe cinta yang seperti ini sangat sering terjadi dikalangan mahasiswa tingkat akhir. Apalagi kaum mahasiswi yang ingin sekali setalah wisuda nanti di persunting pacarnya untuk menikah dengannya. Ada empat definisi cinta yang dikaji plato dan kemudian di analisis bedasarkan bentuk jatuh cinta yang kerap di alami oleh mahasiswa.
Makna cinta yang sebenarnya Menurut Plato
Didalam bukunya Plato symposium bahwa cinta eros adalah cinta yang paling tinggi. Dilihat dari mitologi yunani sendiri eros merupakan dewa yang paling tua dan paling dihormati. Dia juga merupakan dewa yang paling berhak atas kepemilikan dari kebaikan dan kebahagiaan untuk umat manusia, baik bagi mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati.
Sehingga ketika kita sebagai manusia mempunyai cinta eros berarti cinta kita udah taraf yang paling tinggi. Apalagi ketika kita menjadi mahasiswa jika kita mencintai tujuan kita bukan hanya sekedar ingin memiliki dan menguasai sang pujaan hati. Tetapi taraf kita sudah saling membangun, mensuport, memberi tanpa pamrih dan tak menyakiti. Mungkin cinta yang seperti ini sulit, apalagi taraf cinta yang sebenarnya adalah taraf ingin menguasi diri. Dimana hal yang menguasai seperti ini merusak keindahan yang seharusnya di jaga namun di rusak karena terbuai cinta asmara. Keindahan yang seperti apa? Keindahan itu dilihat dari hasrat memiliki, hasrat seorang laki-laki yang menyukai perempuan. Mungkin bisa dilihat dari hasrat seorang mahasiswa yang ingin terus berada di samping sang pujaan. Tapi cinta yang seperti ini bukanlah cinta yang baik. Cinta yang baik maknanya di simpulkan plato dalam bukunya Symposium dari cerita sokrates kemudian menceritakan kembali ajaran seorang pendeta wanita, Diotima dengan judul “Tangga Cinta”, sebagaimana berikut:
Tubuh yang sangat indah. Ini adalah titik awal, ketika cinta, yang menurut definisi adalah keinginan untuk sesuatu yang tidak kita miliki, pertama kali dibangkitkan oleh keindahan yang dilihat dari mata namun hati yang bias merasakan cinta.
Semua tubuh indah. Menurut doktrin Platonis semua tubuh indah memiliki daya tarik akan sesuatu yang akhirnya dikenali oleh sang kekasih. Ketika menyadari hal ini, mencintai seseorang bukan hanya dilihat dari fisiknya saja namun dari keunikannya yang menjadi daya tarik untuk mencintainya.
Jiwa yang indah. Selanjutnya, disadari bahwa keindahan spiritual dan moral jauh lebih penting daripada kecantikan fisik. Jadi mencintai yang sebenarnya adalah dari hati bukan dari mata.
Hukum dan institusi yang indah. Ini diciptakan oleh orang-orang baik dalam artian bahwa ketika kita mencintai seseorang bukan karena kecantikannya tapi hati dan perasaan kita merasa nyaman, tentram, damai dan terakhir bahagia kalau bersamanya.
Indahnya pengetahuan. Perncinta mengalihkan perhatiannya pada semua jenis pengetahuan, tetapi khususnya ketika kita sebagai mahasiswa mencintai dengancara yang bijak sana cinta itu akan membuat kita semakin baik dalam segi kematangan emosional dan segi kematangan spiritual, pada akhirnya puncaknya pada pemahaman filosofis dan melahirkan orang yang bijaksana.
Kecantikan itu sendiri - yaitu, Bentuk yang Indah. Ini digambarkan sebagai "keindahan abadi yang tidak datang maupun pergi, yang tidak berbunga atau pun memudar." Itu adalah inti dari keindahan, "yang hidup dengan sendirinya dan dengan sendirinya dalam kesatuan yang kekal." Dan setiap hal yang indah adalah indah karena hubungannya dengan Pencinta yang telah menaiki tangga memahami Bentuk Keindahan dalam sejenis penglihatan atau wahyu, bukan melalui kata-kata atau dengan cara yang dikenal oleh jenis pengetahuan lain yang lebih biasa. Namun lebih cara kita mendekatkan diri dan terus memperbaiki diri kepada Tuhan kita. Itulah makna cinta yang sesunggunya menjadi manusia.
SIMPULAN
jatuh cinta itu merupakan fenomena yang bakal dimiliki setiap orang. Bahkan cinta merupakan hak dari setiap orang, sehingga setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang lain. Cinta itu sebenarnya tidak dapat diberi batasan dan tidak dapat didefinisikan bahkan tidak dapat dijelaskan hakekat dan rahasianya. Tapi menurut kebanyakan orang cinta itu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Karena pada umumnya cinta itu sifatnya universal. Oleh karena itu ada beberapa macam bentuknya yang kerap terjadi dialami oleh mahasiswa seperti yang plato katakan bahwa ada namanya cinta Eros, Ludus, Philia dan Prgama. Mungkin cinta dikalangan mahasiswa ini ibaratkan seperti dunia milik kita berdua. Sekedar jalan-jalan mengelilingi kota saja sudah bahagia asal bersamanya. Bukan hanya itu saja jatuh cinta nya mahasiswa sering terjadi karena ada ketertarikan satu sama yang lain. Namun sebenarnya makna jatuh cinta itu selalu terikat dengan keindahan. Keindahan yang lahir dari pencinta yang telah memahami arti cinta bukan hanya sekedar kata tetapi lebih ke cara kita mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa.
DAFTAR PUSTAKA
Betrand Russell, Sejarah Filsafat Barat, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016) Cet.IV
Devi Retno, Jenis-Jenis Cinta dalam Psikologi di akses https://dosenpsikologi.com/jenis-jenis-cinta
Khanza Savitra, “Cinta Menurut Psikologi-Pengertian-Manfaat” di akses dari https://dosenpsikologi.com/cinta-menurut-psikologi
Plato Allen and Reginald E “Symposium” di terjemahkan oleh Eka Oktaviani dalam buku Simposium: hakikat eros, cinta, dan manusia (Yogyakarta: Basabasi, 2017)
Rahmat Hidayat, “Cinta di Kalangan Remaja” di akses dari https://id.scribd.com/document/527501033/Makalah-Cinta-Di-Kalangan-Remaja
Sary Latief, “Cinta itu Universal” di akses dari https://greatmind.id/article/cinta-itu-universal
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014)
Wawancara dengan Euis Desyafitri selaku Mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Wawancara dengan Fanusah selaku Mahasiswi IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Wawancara dengan Madgani selaku Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon