karya: Bakti prawiryo (IXB)
Tradisi Nadranan
nadranan merupakan tradisi hasil alkulturasi antara budaya islam dan budaya hindu uang di wariskan sejak ratusan tahun secara turun-temurun, oleh nenek moyang. kata nadran sendiri, menurut sebagian nelayan cirebon, berasal dari kata nazaran-nazaran yang mempunyai makna dalam agama islam yaitu pemenuhan janji.
ritual nelayan dengan melarungkan sesajen ke laut itu wujud syukur kepada tuhan yang telah memberikan rezeki lewat laut. nadran berlangsung sekali setahun di wilayah pesisir Cirebon, seperti gebang, losari dan gunung jati dan adapun sajen yang diberikan isi sajen itu bisa ke rabu dan hasil bumi lainnya.
konon nadran sudah ada sejak abad ke-15. saat itu, ki ageng tapa atau ki jumatan jati, penguass cirebon, mengadakan syukuran setelah putranya tampat pesantren di karawang, masyarakat menggelar ide-ide (arak-arakan), doa hingga makanan bersama di pelabuhan muara jati.
ketika sedang makan, ki ageng tapa tanpa kedatangan siluman laut.mereka meminta makanan agar ikut mendapat berkah. mendangar itu, ki ageng tanpa, berjanji membawakan makanan yang di minta tahun depan, nazar inilah yang kemudian disebut nadran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar